HiFFest 2020, Tingkatkan Kreativitas Siswa SMP di Kompetisi Film Pendek

HiFFest 2020, Tingkatkan Kreativitas Siswa SMP di Kompetisi Film Pendek

HiFFest 2020, Tingkatkan Kreativitas Siswa SMP di Kompetisi Film Pendek

KOMPAS.com – Sebagai pelajar, berprestasi tidak melulu di bidang akademik saja. Jika kalian punya hobi atau bakat tertentu, hal tersebut bisa kalian asah dan menghasilkan karya.

Seperti pelajar di sejumlah sekolah yang berkompetisi di HighScope Film Festival (HiFFest). Kompetisi film pendek ini sudah digelar tiap tahun bagi siswa tingkat SMP.

Di tahun 2021, acara yang diselenggarakan oleh OSIS SMP Sekolah HighScope Indonesia TB. Simatupang, kembali hadir dan diadakan secara virtual untuk genre film animasi yaitu mixed media, animasi 2D atau stop motion.

Perwakilan panitia HighScope Film Festival Gita mengatakan, tema kali ini adalah “Self-Identity” dengan motto Change is an opportunity yang mengangkat pesan mengenai situasi pandemi yang menyebabkan siswa harus bersekolah jarak jauh dan dampaknya terkait keterbatasan ruang sosialisasi dan perasaan kesepian yang dialami siswa.

“Tema ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk menghadapi situasi pandemi yang justru bisa menumbuhkan tantangan untuk menemukan strategi agar bisa beradaptasi dengan situasi seperti ini, dan bahkan memberikan peluang untuk suatu inovasi,” kata Gita seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (22/2/2021).

Para pemenang HighScope

Film Festival Film pendek karya siswa yang dinyatakan sebagai pemenang Hiffest 2020 untuk setiap kategori:

  • Best movie: Cha(lle)nge – Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang Team 2
  • Best soundtrack: Ipseity – Sekolah Noah
  • Best storyboard:Guiding Lights – SMP Islam Al Ikhlas
  • Best compositions: Layu – SMP Islam Dian Didaktika
  • Best editing: Cha(lle)nge – Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang Team 2
  • Best character animation:Hiraeth – Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang Team 1
  • Favorite Movie: Hiraeth – Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang Team 1

Rangkaian kegiatan Hiffest 2020 terdiri dari dua tahap yaitu lokakarya (Movie Workshop) dan sebagai acara puncaknya adalah Awarding Day. Selama lokakarya para peserta mendapatkan bimbingan dari mentor secara daring.

Lokakarya dari para mentor

Lokakarya ini mencakup berbagai kelas yang mencakup proses pre-production (penulisan naskah dan konsep cerita) dengan Agung Cahyandaru, staf pengajar program studi animasi dari SAE Institute – Creative Media School.

Kelas production (animasi dan pembuatan karakter) dengan Aditya Prabaswara, Kepala Program Studi Animasi dari SAE Institute – Creative Media School.

Kelas postproduction (rendering dan compositor) dibimbing oleh Wu Chintya, Compositor dari Animonsta Studio.

Lokakarya diakhiri dengan kelas soundtrack yang dipimpin oleh Apri Mela, musisi dan anggota kelompok musik White Shoes and the Couple Company.

Semua juri mengapresiasi

Para juri sangat mengapresiasi acara HiFFest 2020. Donny Dhirgantoro mengapresiasi tema “Self-Identity” dengan motto Change is an Opportunity dan sangat terkesan dengan ide-ide yang sangat luar biasa dari siswa-siswi di tingkat SMP.

“Sangat bagus dan di luar ekspektasi. Cerita-cerita mind blowing yang mengubah orang menjadi dari kutub 1 ke kutub lainnya, ke arah yang lebih baik. Cerita-ceritanya comes from the heart. Dan semua film anak-anak SMP itu mencerminkan itu,” ungkap Donny.

Sebagai seorang perwakilan dari seni animasi, Wu Chintya sangat terkesan dengan acara ini.

“Keren-keren banget karyanya. Terutama tahun ini animation atau mixed media. Selamat untuk para kontestan, hasil karya keren. Put so much effort, membagi pesan pada orang lain. Good job. Teruskan berkarya. Seneng banget ada Animation Competition. Semoga tahun depannya lebih banyak dikenal orang-orang. Terus belajar dan berkarya. Imajinasi adalah kunci sukses sebuah animasi,” terang Wu Chintya.

Ridho Hafiedz yang kembali lagi menjadi mentor dan juri terus mendukung Hiffest. Menurutnya di era pandemi, berkreasi tetap harus tanpa batas. Kreativitas jangan sampai putus.

“Kalau lihat semua yang ada di festival, secara materi keren-keren. Lihat semua ini jadi kayak flashback zaman sekolah. Tapi sekarang pakai teknologi dan banyak software yang bisa dipakai yang bagus-bagus untuk quality recording,” imbuh Ridho.¬†

https://www.kompas.com/edu/read/2021/02/22/133049071/hiffest-2020-tingkatkan-kreativitas-siswa-smp-di-kompetisi-film-pendek?page=all#page2

Share