Jelang Pembelajaran Tatap Muka Setelah Vaksin, Perhatikan 5 Hal Ini

Jelang Pembelajaran Tatap Muka Setelah Vaksin, Perhatikan 5 Hal Ini

Jelang Pembelajaran Tatap Muka Setelah Vaksin, Perhatikan 5 Hal Ini

KOMPAS.com – Awal Maret 2021 proses vaksin covid-19 telah meluas dilaksanakan bagi pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) yang merupakan kelompok prioritas setelah tenaga kesehatan.

Harapan dari kegiatan vaksinasi ini adalah proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah satu tahun dilaksanakan dapat kembali ke pembelajaran tatap muka (PTM).

Apakah setelah vaksinasi tendik akan kebal terhadap Virus Corona? Menurut ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunizaion) Prof. Sri Rezeki S. Hadinegoro, seseorang tidak akan langsung 100 persen kebal setelah divaksin Covid-19.

Perlu waktu untuk meningkatkan antibodi dalam tubuh. Tapi setidaknya penerima vaksin akan lebih kuat jika ada kemungkinan terpapar lagi covid-19.

Sambil menanti giliran vaksinasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh satuan pendidikan atau sekolah supaya PTM dapat dilakukan, antara lain:

1. Menjaga kesehatan pribadi

Menjaga kesehatan sebelum divaksin seperti memperhatikan kondisi tubuh dengan cara tidak mengonsumsi minuman beralkohol, menghindari olah raga berlebihan, nutrisi cukup, tidur cukup, dan memberitahu kondisi kesehatan termasuk apabila sedang menjalani pengobatan pada tenaga medis.

Setelah mengikuti vaksinasi, waspada juga akan efek samping apabila ada. Misalnya nyeri dan bengkak di lokasi suntikan, demam, menggigil, lelah, sakit kepala. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk meredakan efek samping tersebut.

2. Menerapkan protokol kesehatan

Tetap menerapkan protokol kesehatan baik secara personal maupun kelembagaan. Secara personal harus ada kesadaran pentingnya mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Secara kelembagaan, lingkungan sekolah perlu menyiapkan kelengkapan sarana pembelajaran tatap muka seperti tempat cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer, thermo gun, tempat duduk berjarak, ruang UKS, kemudahan akses ke puskesmas, dan akses keluar masuk dengan rute tidak berpapasan.

3. Kerja sama dengan orangtua

Melakukan sosialisasi kepada orangtua peserta didik dan komite sekolah terkait persiapan PTM. Sosialisasi dapat dilakukan secara daring atau tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pemilihan media sosialisasi tentu harus memperhatikan kondisi orang tua, lingkungan sekolah, dan sarana umum yang memungkinkan. Sekolah dapat melakukan dengan cara tatap muka asal tetap menjaga protokol kesehatan.

Meminta persetujuan orangtua dengan surat pernyataan pelaksanaan PTM. Orang tua harus memahami pelaksanaan PTM memerlukan persyaratan sesuai SOP sehingga orangtua dan satuan pendidikan dapat bersama-sama mengontrol para peserta didik selama proses pembelajaran.

4. Simulasi menjalankan PTM

Melakukan simulasi proses pembelajaran protokol kesehatan yang melibatkan seluruh unsur satuan pendidikan, peserta didik, orang tua, dan satgas covid-19 di lingkungan sekolah.

Satuan pendidikan mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan gugus tugas covid-19 kabupaten untuk melakukan PTM dengan melampirkan dokumen yang diperlukan.

5. Menimbang kondisi wilayah

Gugus tugas ini yang akan memberikan izin pelaksanaan PTM dengan merujuk pada aturan yang berlaku seperti kondisi wilayah masuk zona merah, kuning, atau hijau, sarana sekolah sudah memenuhi syarat atau belum, serta berapa persen orangtua yang sudah menyetujui pelaksanaan PTM.

Kesiapan PTM setelah vaksinasi untuk tendik masih karus dibarengi dengan komponen pendukung lain. Keterlibatan orangtua dan pengawasan dari pemerintah melalui gugus tugas covid-19 mutlak perlu.

Tak kalah penting adalah dengan adanya kesadaran penerapan protokol kesehatan dari pendidik dan peserta didik selama proses pembelajaran tatap muka.

https://edukasi.kompas.com/read/2021/03/26/173643671/jelang-pembelajaran-tatap-muka-setelah-vaksin-perhatikan-5-hal-ini?page=all#page2

Share