4 Kunci Sukses Komunikasi Guru dan Murid Selama PJJ

4 Kunci Sukses Komunikasi Guru dan Murid Selama PJJ

4 Kunci Sukses Komunikasi Guru dan Murid Selama PJJ

KOMPAS.com – Pendidikan dan pembelajaran tidak akan berhenti di tengah pandemi. Guru kreatif tidak pernah berhenti mencari cara dan solusi. Mereka selalu berusaha pembelajaran tetap berlangsung walaupun tidak tatap muka.

Kekhawatiran terhadap learning loss menambah kesadaran guru bahwa pendidikan sangat penting. Pandemi yang mengungkung, menciptakan inovasi pembelajaran baru.

Inovasi pembelajaran itu adalah pembelajaran yang terintegrasi antara ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan karakter. Silakan guru buktikan masing-masing saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan.

PJJ sejatinya adalah pelayanan pendidikan dan pembelajaran yang bisa mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pedidikan karakter.

Saat pembelajaran dilakukan secara tatap muka, jarang terjadi guru melayani komunikasi intensif hampir 24 Jam dalam sepekan. Wajar demikian karena pada jadwal tatap muka mereka akan bertemu, dialog bahkan diskusi.

Namun juga tidak berlebihan bila mereka juga melakukan komunikasi jarak jauh antara guru dan peserta didik.

Saat PJJ, komunikasi antara guru dan siswa lebih intensif. Dalam transformasi komunikasi, informasi, dan pembelajaran secara langsung melibatkan teknologi dan pendidikan karakter.

Empat sukses PJJ

1. Komunikasi

Guru dan siswa membutuhkan informasi. Mereka akan bertanya dan menjawab. Sementara yang lainnya memperhatikan dan memberikan respon, demikian secara bergantian.

Setiap siswa akan melakukan. Berbeda dengan pembelajaran tatap muka, bisa jadi siswa tidak terlibat sama sekali.

Dalam berkomunikasi secara langsung belajar komunikasi efektif agar mudah dipahami serta tidak menimbulkan salah paham. Di sini terbangun komunikasi dan belajar berkomunikasi aktif dan efisien.

2. Saling menghargai

Pembelajaran jarak jauh memerlukan alat perantara untuk berkomunikasi. Perantara tersebut bisa teks, rekaman suara, atau video.

Banyak keterbatasan komunikasi menggunakan perantara. Bahasa tubuh, intonasi dan ekspresi tidak selalu dapat disertakan.

Pada situasi seperti ini siapapun sedang belajar menghargai orang lain.

Pemilihan bahasa, tanda baca, lambang lambang dan simbol akan digunakan dalam komunikasi jarak jauh ini.

Bila ceroboh menyampaikan informasi, karena keterbatasan penggunaan bahasa, penggunaan tanda baca atau lambang, atau cara berbicara, bisa menciptakan orang lain tersinggung.

Guru dapat memberikan bimbingan dan arahan baik secara klasikal atau secara individu untuk pengetahuan ini. Terciptalah pendidikan karakter peserta didik.

3. Transformasi dengan teknologi

Sebagian nagara maju mungkin tidak menjadi kendala peserta didik saat bertransformasi secara digital. Namun untuk kita masih harus dimaklumi. Bukan hanya peserta didik, namun guru juga masih banyak belum terampil bertransformasi secara digital.

Saat seperti ini, pada dasarnya semua sedang belajar pemanfaatan teknologi berbasis digital. Sebuah implementasi pendidikan abad 21 yang sebelumnya menjadi sebuah wacana yang sangat sulit.

Namun keterbatasan tatap muka, memaksa PJJ dan mendapatkan pengetahuan teknologi.

Belum sempurna, kita akui. Namun setidaknya kita telah membuka wawasan teknologi pendidikan; pembelajaran berbasis teknologi,  berbasis virtual ataupun digital.

Kita tidak tertinggal, namun kita harus mulai dari sekarang.

4. Pemanfaatan perangkat (device), akun dan browser

Hampir tiap anak hingga balita memegang HP/Android/gawai, pemanfaatan umumnya sebagai kamera aktif untuk unggah di media sosial dan bermain atau game online.

Pemanfaatan perangkat menggunakan akun belajar masih minim, bahkan merasa keberatan atau kesulitan pemanfaatan. Pada saat ini pada dasarnya kita masih dalam tahap melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi, mengenal karakter HP, tablet, laptop/komputer dan pemanfaatan akun dan browser.

https://www.kompas.com/edu/read/2021/08/22/212916871/4-kunci-sukses-komunikasi-guru-dan-murid-selama-pjj?page=all#page2

Share