Bendung Rusak Kena Banjir, 450 Ha Sawah di Brebes Tak Terairi

bendungan brebes jebol karena banjir

Brebes – Sedikitnya 450 ha lahan pertanian di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, tidak terairi irigasi meski sedang musim hujan. Hal ini lantaran rusaknya bangunan embung di desa tersebut sehingga air tidak mengalir ke lahan lahan pertanian.

Para petani di Desa Kalinusu, belakangan masih masih dihadapkan dengan masalah irigasi meski sedang berlangsung musim penghujan. Saat ini lahan mereka murni mengandalkan air hujan untuk pengairan, padahal sebelumnya semua kebutuhan air dipasok dari bendung yang berada di Sungai Keruh.

Kondisi ini disebabkan karena bangunan bendung di Sungai Keruh telah rusak. Akibatnya sawah mereka tidak bisa terairi karena bendung ini sudah tidak berfungsi. Sedikitnya ada 450 ha lahan pertanian yang terkena dampak dari rusaknya bendung ini.

Sobar (47) petani warga Desa Kalinusu mengatakan, bendung Kalinusu ini menjadi andalan petani untuk menyuplai air irigasi di sawah warga. Namun saat ini warga hanya mengandalkan hujan untuk pengairan. Dia pesimis bisa mendapatkan hasil panen bagus karena masalah irigasi.

“Ya, namanya orang desa cuma mengandalkan hasil dari bertani. Sampai saat ini air belum masuk ke wilayah pertanian di sini. Bendungnya rusak dan belum diperbaiki. Saya minta pemerintah segera bertindak untuk membantu warga. Kasihan soalnya mayoritas disini petani,” keluh Sobar, Senin (14/1/2019).

Menurut Sobar, sebenarnya warga telah berulangkali membuat bendungan sederhana agar air bisa mengalir ke sawah. Namun lagi lagi selalu rusak saat banjir besar datang.

Kepala Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu, Khaeroni mengaku telah menyurati Gubernur Jawa Tengah terkait persoalan ini. Melalui surat tersebut, Kades Kalinusu minta kepada gubernur agar bendung irigasi ini segera diperbaiki.

“Bendung yang menyuplai kebutuhan air pertanian di desanya agar segera dibangun kembali. Agar sawah di sini yang menjadi mata pencaharian utama warga tidak terganggu,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pengairan Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Brebes, Agus Ashari mengatakan, pasca banjir bandang tahun 2018 lalu di Bumiayu, beberapa bagian fisik bendung mengalami kerusakan. Namun demikian pihaknya sudah mengupayakan langkah darurat dengan memasang terpal plastik agar air bisa mengalir ke sawah.

“Ini sebagai upaya darurat biar petani bisa mendapatkan air irigasi dari Sungai Keruh,” ujarnya.

Agus Ashari menambahkan, sudah mengajukan anggaran ke Pemerintah Pusat untuk melakukan perbaikkan. Dia memprediksi, diperlukan anggaran lebih dari Rp 2 miliar untuk menangani bendung tersebut.

“Sebenarnya itu kewenangan Pemkab, tapi karena anggarannya cukup besar maka kami minta bantuan ke pemerintah pusat,” ucapnya.

 

sumber : news.detik.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *